"Dua Garis Biru", Kehamilan Remaja, dan Kegagapan Kita
Bintang bola - Permasalahan yang diangkat dalam film Dua Garis Biru karya sutradara Gina S Noer yang kini tengah menjadi kontroversi di masyarakat adalah masalah yang kerap saya temui dalam dunia profesi yang saya geluti. Sebagai psikolog yang berpraktik di puskesmas, amat mudah bagi saya menemukan remaja-remaja belasan tahun yang "terpaksa" mengikuti konseling catin (calon pengantin) dan konseling bumil (ibu hamil) di puskesmas. Isu kehamilan remaja itu nyata dan dekat dengan sekitar kita. Hanya saja, kita sering menganggapnya jauh dan tak akan terjadi pada keluarga kita. Bagaimana pun, Dua Garis Biru mengangkat tema yang sangat jarang dibicarakan secara terbuka. Ketika tema tersebut diangkat ke dalam film, amat menarik mengamati respons-respons penonton yang kebanyakan berusia muda. Tak dapat ditampik, Dua Garis Biru memang film yang menguras air mata. Tak heran jika sepanjang film terdengar suara srat-srot-srat-srot penonton yang menarik ingusnya. Tapi...